Latest Entries »

Mukjizat dalam alqur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna yang terkandung didalamnya, prinsip-prinsip dasar serta hukum-hukum yang mengatur manusia, dan pengetahuan-pengetahuan gaib yang luas, yang tidak terjangkau oleh manusia dengan segala kecanggihannya, melainkan jumlah-jumlah huruf, dan ayat yang ada di dalam alqur’an itu sendiri. Fenomena I’jaz ‘adadi pada alqur’an bukanlah temuan baru, sejak dahulu orang-orang  sudah menyadari bahwa pemakaian huruf dan kata dengan jumlah tertentu memilki makna dan tujuan tertentu. Sehingga mereka berupaya untuk menyingkap rahasia-rahasia beserta fenomena hubungan antara jumlah ayat tersebut dengan makna katanya..

  • sistematika angka 19 dalam alqur’an,

sebagai contoh adalah kalimat basmalah yang terdiri dari 19 huruf : ba, sin, mim, alif, lam, lam, ha, alif, lam, ra, ha, mim, nun, alif, lam, ra, ha, ya, mim. Selain itu julmlah surah ada 114, ini adalah kelipatan 19 yaitu 6 x 19.

Jumlah kalimat basmalah juga ada 114. Walaupun surah at-tawbah (ke-9) tidak dimulai dengan basmalah, namun karena dalam surah an-namat (ke-27) ada dua kalimat basmalah yaitu pada permulaan surah dan dalam ayat 40 yakni surat dari Nabi sulaiman As kepada Ratu Balqis , maka jumlah kalimat basmalah tetap berjumlah 114.

Ayat-ayat yang pertama kali turun yaitu surah Al-‘alaq ayat 1-5 yang menandakan pengangkatan Muhammad menjadi rasul Allah, memiliki jumlah sebagai berikut. Pada ayat 1, sebanyak 5 kata, pada ayat ke-2 sebanyak 4 kata, pada ayat ke-3 sebanyak 3 kata, pada ayat ke-4 sebanyak 3 kata, dan pada ayat ke-5 sebanyak 4 kata, yang apabila dijumlah sebanyak 19 kata. Sedangkan hurufnya berjumlah 76 yang merupakan sistematika angka 19 ( 4 x 19 = 76). Secara keseluruhan, dalam surah al’alaq terdapat 19 ayat dan memiliki huruf sebanyak 285 yang lagi-lagi merupakan sisitematika dari angka 19 ( 15 x 19). Selain itu surah ini juga menempati posisi ke 19 jika diurut dari belakang dalam al-qur’an.

System Al Muqaththa’aat

Al muqaththa’aat adalah potongan huruf-huruf yang terdapat dalam pembukaan surah-surah sesudah kalimat basmalah. Ada 29 surah yang dibuka dengan Al muqaththa’aat menyusul kalimat basmalah. Surah-surah itu adalah surah ke-2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, 58, 68. Kombinasi huruf-huruf Al muqaththa’aat ada 14 buah yaitu :

  1. alif-lam-mim                      (surah ke-2,3,29,30,31,32)
  2. alif-lam-ra                           (10,11,12,14,15)
  3. alif-lam-mim-ra                (13)
  4. alif-lam-mim-shad           (7)
  5. ha-mim                                 (40,41,43,44,45,46)
  6. ‘ain-sin-qaf-ha-mim        (42)
  7. Tha-sin                                 (27)
  8. Tha-sin-mim                      (26,28)
  9. Kaf-ha-ya-‘ain-shad        (19)
  10. Ya-sin                                   (36)
  11. Tha- ha                                 (20)
  12. Shad                                       (38)
  13. Qaf                                          (50)
  14. Nun                                        (68)

Huruf yang membentuk Al muqaththa’aat ada 14 : alif-lam-mim-ra-kaf-ha-ya-‘ain-shad-tha-sin-qaf-nun-ha. Jika 29 buah surah yang mengandung Al muqaththa’aat, ditambahkan dengan 14 buah kombinasi Al muqaththa’aat , ditambah lagi dengan 14 huruf yang membentuk Al muqaththa’aat, maka akan diperoleh : 29+ 14 + 14 = 57 ( 3 x 19 ). Ini menunjukkan bahwa Al muqaththa’aat merupakan suatu kode matematis yang mengikat jumlah surah, jumlah kombinasi huruf dan jumlah huruf menjadi suatu system, yaitu system matematis kelipatan 19. Dalam surah Qaf terdapat huruf Qaf sebanyak 57 huruf (3 x 19) ini adalah contoh  satu huruf dalam satu surah yang mamilki sistematika angka 19.

Frekuensi kata dalam Alqur’an

  • Kata “al-akhirah” disebutkan sebanyak 115 kali selanjutnya kata “al-dunya” yang merupakan kebalikan akhirah disebutkan sebanyak 115 kali dalam alqur’an
  • Kata “malaikat” sebanyak 88 kali dan kata “ al-syaithan” sebanyak 88 kali
  • Kata “al-hayat” disebutkan sebanyak 145 kali begitu juga dengan kata “al-maut”
  • Kata “qalu”(mereka mengatakan) disebutkan sebanyak 332 kali sedangkan “Qul” (katakanlah) sebanyak 332 kali
  • kata “yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari dalam tahun syamsyiah.
  • Kata “syarh” (bulan) disebutkan sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
  • Kata “yaum” (hari) dalam bentuk jamak  sebanyak 30 kali sama dengan jumlah hari dalam satu bulan.
  • Kata “sab’u”(minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
  • Jumlah “ sa’ah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Kata “sujud” sebanyak 34 kali, sama dengan jumlah raka’at shalat wajib
  • Kata “shalawat” sebanyak 5 kali, sama dengan jumlah shalat wajib (5 waktu) sehari semalam
  • Kata “aqimu” yang diikuti kata shalat sebanyak 17 kali sama dengan jumlah raka’at shalat fardhu
  • Kata “bahr” (lautan”)disebut sebanyak 32 kali dan kata “Barr” (daratan) sebanyak 13 kali. Jumlah keduanya adalah 45. Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr (lautan)” terhadap totalnya ( bahr dan barr) akan didapatkan____ (32/45) x 100 % = 71,11111111%

Sedangkan kata “barr (daratan)” didapatkan_____ ( 13/45) x 100% = 28,88888888%

Dengan kata lain kita mendapatkan bahwa Allah dalam Alqur’an 14 abad yang lalu telah menyatakan bahwa persentase air terhadap daratan adalah 71,11111% banding 28,88888888% dan ini merupakan fakta yang nyata.____________ SUBHANALLAH_______

Benarlah bahwa Al qur’an itu bukanlah hasil cipta, karya manusia .,.,. melainkan datang dari sisi Allah tuhan semesta alam dan tiada keraguan terhadapnya…… 🙂

      Setiap muslim pasti bersaksi, mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah, dan juga tidak semua muslim memahami. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya.

Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah. Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah.

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.” (A1 Kahfi; 110).

Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian, bukan Rabb (Tuhan).

إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

            “Saya hanya seorang hamba, maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya, tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb.

Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan, beribadah dengan syariat yang beliau bawa, tidak mendustakan, tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan.

Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah:

1. Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I.

Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu, maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi.

Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tanda-tanda hari kiamat, seperti munculnya dajjal, turunnya Nabi Isa, terbitnya matahari dari barat, berita tentang pertanyaan di alam kubur; Adzab dan nikmat kubur, begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya.

Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih, wajib kita percayai, jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman.

2. Mentaati Rasulullah

Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau.

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. (Al-Nisaa’; 80)

Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa’dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam   dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah, sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah, syariat dan wahyu yang Allah turunkan.

Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam   mempunyai dua sisi:

1. Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya, di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan, mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur, mengucapkan Basmallah ketika makan, makan dan minum dengan tangan kanan, shalat berjamaah dan lain-lain.

Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam   dengan berbagai alasan, misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan, dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa. Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam  .

            2. Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah, sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah, di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring, larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak, larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya, larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki, larangan melamar di atas lamaran orang lain, larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain, dan larangan-larangan yang lain, semua wajib dijauhi.

Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun, syarat dan batasan.

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. (Al-Hasyr: 7).

3. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah.

Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan, dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal, pendapat si A/si B, hawa nafsu, maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum, lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan), seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya.

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’; 65).

Syaikh As-Sa’dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. Lanjut beliau; Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada, ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin.

            Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalah-masalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin.

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”. (An Nisaa’; 61)

Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini, sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”.

from : p’fathur

Setiap Muslim yang menyakini La ilaha illallah wajib mengesakan(tauhid) Allah dalam 3 hal

1.      Tauhid Rububiyah (mengesakan Rabb), menyakini bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pengatur alam semesta.

2.      Tauhid Uluhiyah (mengesakan Sesembahan) Menyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah,ditaati segala aturan dan perintahnya

3.      Tauhid asma wa shifat (mengesakan sifat, zat dan nama Allah) menyakini bahwa tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai, mirip  dengan wujud, shifat dan nama Allah, Dia Allah adalah zat yang tunggal dan berbeda dengan seluruh mahluk.

“Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi …” (An-Nisa: 131).

Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36)

Itulah misi utama para Rasul; menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar, baik berupa sesembahan, panutan dan ikutan. Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya, yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta’ala , yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala.

“Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu, (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah untuk kafir kepadanya.” (An-Nisa: 60)

ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu, maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. Apa dua tujuan itu?

Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah).

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah:

“Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur.” (Al-Isra’: 81)

Tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

1.al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar.

2.al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan.

3.al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik.

4.ash-shidq (membenarkan) tanpa mendustakannya,.

5.al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya.

6.Tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad),

7. al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala .

Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu. Tuhan (yang menciptakan, mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya …” (Ash-Shaffat: 4-5).

Konsekwensi tauhid Lailahaillallah Selain menyembah dan mengesakan Allah juga menyakini bahsanya setiap kejadian dan peristiwa apaun yang terjadi di dunia ini semua atas kehendak  Allah, dan hanya Allah yang berkuasa, tidak di karenakan sebab-sebab lain

“Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia, dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Al-An’am: 17).

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya, lalu beliau berkata:

اِنْزِعْهَا فَإِنَّهَا لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا.

“Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”).

Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ.

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan, padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad.” (HR. Abu Dawwud, An-Nasai, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا، كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ.

“Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku.” (Dishahihkan Al-Albani dalam
Dalam hadits yang disebutkan, Ibnu Mas’ud berkata:

خَطَّ رَسُوْلُ اللهِ n خَطًّا بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ: هَذَا سَبِيْلُ اللهِ مُسْتَقِيْمًا. وَخَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: هَذِهِ السُّبُلُ لَيْسَ مِنْهَا سَبِيْلٌ إِلاَّ عَلَيْهِ شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ. ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَهُ تَعَالَى: وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya, seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya, seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”. Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (HR.Ahmad dan Nasa’i, Shahih)

from : p’fathur

Air mempunyai banyak sifat kimia yang istimewa. Setiap molekul air (pemadam api) terbentuk dari penggabungan atom hydrogen dan oksigen, istimewanya kedua unsure ini bersifat membakar dan mudah terbakar .,.,. ckckckck… Secara kimia air memiliki muatan listrik 0, yang artinya netral. Tapi karena adanya perbedaan ukuran atom yang signifikan antara atom H dan O, maka atom H memiliki muatan yang sedikit positif dan O memilki muatan yang sedikit negative. Ketika molekul-molekul air bergabung, muatan tersebut saling tarik-menarik antar atom yang berlainan molekul untuk membentuk ikatan khusus  dan istimewa yang disebut “ikatan hydrogen”. Sebenarnya ikatan hydrogen adalah ikatan yang sangat lemah dan waktu bertahannya pun sangat singkat , yakni satu per seratus milyar detik .,.,. tapi saat satu ikatan hydrogen putus ikatan hydrogen lainnya terbentuk.  Jadi molekul-molekul air yang sering kita jumpai ini merekat kuat satu dengan yang lainnya sambil mempertahankan bentuk cair karena diikat oleh ikatan yang sangat lemah.

Selain yang saya sebut diatas masih banyak manfaat yang kita dapatkan dari ikatan ;lemah ini, antara lain adlah ikatan Hidrogen membuat air mampu menahan perubahan temperature, artinya saat udara di sekitar kita meningkat cepat, suhu air meningkat dengan lambat begitu juga sebaliknya, saat suhu turun drastis suhu air turun dengan lambat. Energy termal air yang tinggi ini memiliki peranan penting dalam hidup kita. Sebagai contoh, hampir 70% tubuh kita memiliki kandungan air, bayangkan apabila air di tubuh kita beradaptasi dengan perubahan suhu yang tiba-tiba, tentunya kita akan demam dan membeku secara tiba-tiba pula.,.,.,brbrbrbrbrrrrr.

Ikatan hydrogen juga membuat air tampak berbeda dengan zat-zat lainnya yg ada di bumi ini, yakni air memiliki massa jenis yang lebih besar pada keadaan cair dibandingkan massa jenis pada keadaan bekunya.  Hal ini berbanding terbalik dengan sebagian zat yang ada di bumi. Air memuai (volume membesar) ketika membeku akibat dari ikatan hydrogen, Akibatnya banyak ruang kosong yang terbentuk. Pada keadaan cair ikatan hydrogen terurai yang membuat atom oksigen saling mendekat dan membentuk struktur yang lebih kental. Hal ini manjadi penyebab “mengapa es lebih ringan daripada Air”.

Fakta lain dalam kehidupan kita yang sering sekali kita jumpai adalah kita semua tau bahwa air mendidih pada suhu 100 C dan membeku pada 0 c. Sebenarnya pada kondisi normal (sesuai urutan tabel periodik pada unsur oksigen) air mendidih pada suhu kira-kira -80 c dan membeku pada -180 c. Akibat dari ikatan hydrogen air mendidih 180c lebih besar  dari yang semestinya ., 😀 .,.,  dan hal ini sangat menguntungkan bagi manusia serta seluruh makhluk hidup yang ada dibumi.

Penemuan hukum adalah suatu cara yang digunakan oleh hakim dalam menentukan hukumnya untuk menyelesaikan perkara  apabila di dalam suatu kaedah atau peraturan tidak ada hukum yang jelas. Ada dua alasan yang menuntut perlunya dilakukan suatu penemuan hukum, Pertama jika suatu peraturan tidak mengungkapkan hal-hal yang jelas dan yang kedua apabila suatu peraturan tidak memuat perihal yang lengkap mengenai suatu perkara.

Secara umum penemuan hukum ini kedalam dua metode, yaitu metode penafsiran (interprestasi) dan yang kedua adalah metode konstruksi hukum (argumentasi). Suatu penafsiran atau interprestasi biasanya digunakan apabila suatu aturan hukum tidak memuat perihal yang jelas mengenai suatu permasalahan (pelanggaran hukum) sehingga aturan tersebut tidak bisa diterakan begitu saja dan perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan kejadian yang terjadi. sedangkan kontruksi hukum itu digunakan apabila suatu aturan hukum tidak memuat perihal yang lengkap sehingga perlu dilakukan konstruksi hukum untuk mengisi kekosongan aturan hukum itu.

Hukum merupakan suatu kumpulan aturan atau kaedah yang didalamnya terdapat sanksi yang tegas bagi para pelanggarya. Hukum itu ada jika para subjek hukum, dalam hal  ini subjek hukum itu merupakan para pemegang hak dan kewajiban yakni orang (person) dan badan hukum. Klasifikasi hukum merupakan pembagian hukum berdasarkan bentuknya, menuurut daerah kekuasaannya, dan menurut waktu berlaku.

  • Klasifikasi hukum berdasarkan bentuk

Hukum berdasarkan benruk terbagi atas Hukum Tertulis dan hukum tidak tertulis. Hukum tertulis biasanya terdapat pada negara-negara yang menganut sistem hukum Civil Law (Eropa Kontinental) contohnya Indonesia sedangkan hukum tidak tertulis terdapat pada negara-negara yang menganut sistem hukum Common Law contohnya Inggris. Hukum tertulis ini adalah hukum yang telah dikodofikasikan (dibukukan) dalam peraturan perundang-undangan. Contoh dari hukum tertulis adalah KUHP (Kitab Undang-Undang Hukuk Pidana), KUH perdata, KUH dagang, dsb. Hukum tidak tertulis merupakan hukum yang didasarkan pada kebiasaan masyarakat serta disebut hukum adat karna didasarkan pada adat kebiasaan dan biasanya hukum ini sering dianggap baik oleh masyarakat.

  • Klasifikasi menurut daerah kekuasan ( teritorial)

Klasifikasi hukum menurut teritorial terbagi atas Hukum Nasional, Hukum Internasional, dan Hukum Asing. Hukum nasional adalah hukum yang hanya berlaku dalam wilayah negara tertentu. Bagi seorang warga negara hukum tanah airnya merupakan hukum nasional. hukum ini biasanya bersumber dari yurispudensi, dokrin, dsb. Hukum internasional merupakan hukum yang berlaku di wilayah berbagai negara, hukum ini terjadi karena adanya perjanjian-perjanjian antar negara demi terpenuhinya hak dan kewajiban serta rasa adil bagi setiap negara. sedangkan hukum asing hanya berlaku di negara lain.
Klasiikasi hukum menurut waktu berlakunya

Klasifikasi hukum ini dibagi atas Ius Constitutum, Ius Constituendum, dan hukum alam. Ius constitutum atau sering disebut sebagai hukum positif adalah hukum yang berlaku saat ini (sekarang) bagi suatu masyarakat tertentu. Ius constituendum meruakan hukum yang diharapkan berlaku di masa yang akan datang. Sedangkan hukum alam itu berlaku dimana-mana, kapan saja, dan untuk siapa saja.


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!