Penemuan hukum adalah suatu cara yang digunakan oleh hakim dalam menentukan hukumnya untuk menyelesaikan perkara  apabila di dalam suatu kaedah atau peraturan tidak ada hukum yang jelas. Ada dua alasan yang menuntut perlunya dilakukan suatu penemuan hukum, Pertama jika suatu peraturan tidak mengungkapkan hal-hal yang jelas dan yang kedua apabila suatu peraturan tidak memuat perihal yang lengkap mengenai suatu perkara.

Secara umum penemuan hukum ini kedalam dua metode, yaitu metode penafsiran (interprestasi) dan yang kedua adalah metode konstruksi hukum (argumentasi). Suatu penafsiran atau interprestasi biasanya digunakan apabila suatu aturan hukum tidak memuat perihal yang jelas mengenai suatu permasalahan (pelanggaran hukum) sehingga aturan tersebut tidak bisa diterakan begitu saja dan perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan kejadian yang terjadi. sedangkan kontruksi hukum itu digunakan apabila suatu aturan hukum tidak memuat perihal yang lengkap sehingga perlu dilakukan konstruksi hukum untuk mengisi kekosongan aturan hukum itu.